Loading...

Program Studi Sarjana Teologi (S.Th)

Dr. Saul Arlos Gurich, M. Th – KAPRODI Sarjana Teologi STT GIDI Papua

Dr. Saul Arlos Gurich, M.Th
Kepala Program Studi Sarjana Teologi (S.Th)

Sejarah Singkat

Pada awal pendiriannya, STT GIDI hanya membuka satu program studi Strata Satu Teologi Kependetaan berlandaskan rekomendasi dari Departemen Agama Kantor Wilayah Provinsi Irian Jaya, dengan nomor :W/83-DEP.KWIL.5842/2000 -2006. Sedangkan ijin operasional dari Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Repuplik Indonesia RI diperoleh tahun 2007 dengan No: DJ.III/KEP/HK.005/294/2007 dan perpanjangan Ijin Penyelenggaraan dengan SK Dirjen Bimas Kriten Protestan Kementrian Agama RI dengan No.DJ.III/KEP/HK.005/773/2011. Program Strata Satu Teologi Kependetaan mendapat Akreditasi BAN PT Nomor :1159/SK/BAN PT/Akret/S XI/2015 pada tahun 2015 dengan nilai peringkat C dan akan berakhir pada bulan November 2020.

Visi

“Menjadi Pusat Pembentukan Pelayan-Pelayan Injili yang Alkitabiah, yang Dibertangguhkan untuk Pemberitaan Kabar Baik, Pemuridan yang Holistik, dan Pelayanan Transformasional yang Menghasilkan Gereja yang Bertumbuh dan Menjadi Terang di Tanah Papua dan bagi Bangsa-Bangsa.”

Visi ini berpusat pada panggilan Injil untuk memperbarui segala sesuatu di dalam Kristus (Wahyu 21:5) dan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Matius 28:19-20). Sebagai program studi yang berlandaskan iman Injili, kami berkomitmen pada otoritas Alkitab yang mutlak sebagai Firman Tuhan yang diilhamkan (2 Timotius 3:16-17). Sebagai penganut teologi Alkitabiah, kami menekankan penafsiran yang sehat dan penerapan kebenaran Firman Tuhan yang utuh. Fokus kami adalah membekali setiap mahasiswa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi dengan karakter dan kompetensi untuk melayani sebagai rekan sekerja Allah (1 Korintus 3:9) dalam menginjili, memuridkan, dan mentransformasi masyarakat bagi kemuliaan-Nya.

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Misi Program Studi S1 Teologi STT GIDI Papua adalah:

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Teologi yang Setia kepada Pengajaran Apostolik dan Otoritas Alkitab. Menanamkan dalam diri mahasiswa keyakinan yang teguh akan kebenaran, ketidakbersalahan, dan kecukupan Alkitab sebagai standar tertinggi bagi iman, hidup, dan pelayanan (2 Timotius 3:16-17). Melaksanakan pengajaran teologi sistematika, eksegesis, dan hermeneutika yang setia kepada pengajaran para rasul, dengan penekanan pada keselamatan oleh anugerah melalui iman saja (Sola Fide), demi Kristus saja (Solus Christus), dan untuk kemuliaan Allah saja (Soli Deo Gloria).
  2. Membina Spiritualitas yang Otentik dan Hidup Doa yang Berkuasa. Membentuk karakter Kristus dalam hidup setiap mahasiswa melalui pembinaan kerohanian yang intensif, disiplin spiritual, dan peneladanan hidup yang berintegritas (Galatia 5:22-23). Menciptakan komunitas kampus yang menghidupi praktik doa yang menjadi nafas kehidupan dan sumber kuasa untuk setiap karya pelayanan (1 Tesalonika 5:17).
  3. Mempersiapkan Pelayan-Pelayan Pemberita Injil yang Cakap dan Relevan secara Kontekstual. Membekali mahasiswa dengan keterampilan berkhotbah ekspositoris yang akurat, metodologi penginjilan yang efektif, serta strategi pemuridan yang alkitabiah untuk pertumbuhan gereja yang sehat (2 Timotius 4:2). Mendidik mahasiswa untuk memahami dan menjangkau beragam suku dan budaya di Papua dan dunia dengan Injil Yesus Kristus, dengan hikmat, sensitivitas, dan keberanian (Kisah Para Rasul 1:8).
  4. Mengembangkan Kapasitas Kepemimpinan Melayani (Servant Leadership) yang Mengutamakan Kesetiaan dan Kerendahan Hati. Meneladankan pola kepemimpinan Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani (Markus 10:45). Melatih mahasiswa untuk memimpin, menggembalakan, dan mengelola jemaat dengan penuh kasih, hikmat, ketekunan, dan tanggung jawab, siap menderita bagi Injil (1 Petrus 5:2-4).
  5. Memberdayakan Gereja dan Masyarakat melalui Pelayanan Diakonia dan Keadilan yang Berlandaskan Kasih Kristus. Mendorong penerapan iman yang bekerja oleh kasih (Galatia 5:6) melalui pelayanan yang peduli terhadap kebutuhan jasmani, pemulihan sosial, dan penegakan keadilan bagi masyarakat yang terpinggirkan, sebagai wujud nyata dari Injil Kerajaan Allah.

Tujuan

Setelah menyelesaikan studi, setiap lulusan Program S1 Teologi STT GIDI Papua diharapkan:

  1. Memiliki Landasan Teologi yang Kokoh dan Hidup yang Berintegritas. Menunjukkan pemahaman yang komprehensif dan alkitabiah terhadap doktrin-doktrin iman Kristen serta menghidupinya dalam karakter yang kudus, jujur, dan berintegritas.
  2. Terampil dalam Meneliti, Menafsir, dan Mengomunikasikan Kebenaran Alkitab. Mampu menafsirkan teks Alkitab secara bertanggung jawab dengan menggunakan alat-alat bahasa dan hermeneutika yang tepat, serta menyampaikannya dalam bentuk khotbah, pengajaran, dan tulisan yang jelas, relevan, dan berotoritas.
  3. Memiliki Kompetensi dan Gairah untuk Pelayanan Penginjilan dan Pemuridan. Memiliki hati gembala untuk jiwa-jiwa yang terhilang, terampil dalam memimpin orang kepada Kristus, dan membimbing mereka hingga bertumbuh menjadi murid Kristus yang dewasa dan bertanggung jawab.
  4. Mampu Memimpin dan Mengembangkan Gereja secara Kontekstual dan Bertanggung Jawab. Memiliki kemampuan untuk memimpin, mengelola, dan membangun jemaat lokal khususnya dalam konteks budaya Papua menjadi gereja yang alkitabiah, misional, dan bertumbuh secara kuantitas dan kualitas.
  5. Menjadi Agen Rekonsiliasi dan Transformasi di Masyarakat. Berperan aktif sebagai garam dan terang dunia (Matius 5:13-16) dalam masyarakat, membawa dampak positif, menjadi perekat dalam konflik sosial, dan membawa nilai-nilai Kerajaan Allah ke dalam setiap bidang kehidupan. Dengan mengandalkan pimpinan dan anugerah Roh Kudus, Program Studi S1 Teologi STT GIDI Papua bertekad untuk setia kepada panggilan.

Dengan mengandalkan pimpinan dan anugerah Roh Kudus, Program Studi S1 Teologi STT GIDI Papua bertekad untuk setia kepada panggilan ini.